Sejarah Bahasa Indonesia

Tahukah kamu dari mana asal mula Bahasa Indonesia?[1]

Oleh : Teknik Elektro Semester II Reguler UNTAG Cirebon

Jauh sebelum bahasa Indonesia lahir, bahasa Melayu merupakan bahasa yang dipakai dalam keseharian. Sejak abad ke-7, bahasa ini telah dipakai di kawasan Asia Tenggara. Bukti-bukti yang menyatakan itu ialah dengan ditemukannya prasasti di Kedukan. Pada masa Kerajaan Sriwijaya bahasa ini berfungsi untuk bahasa kebudayaan, perhubungan, perdagangan, dan bahasa resmi kerajaan.

Bahasa Melayu cenderung mudah diterapkan dan juga dapat menyerap kosakata dari berbagai bahasa. Hal ini didasari oleh letak geografis Indonesia, yang mana pada saat itu merupakan salah satu jalur utama perdagangan dunia. Bangsa-bangsa yang berlayar mendatangi Indonesia antara lain seperti Persia, Portugis, Cina, Eropa, Belanda, dan Arab. Mereka awalnya hanya berniat berdagang, namun lambat laun banyak juga yang menikah dengan penduduk Indonesia, kemudian menetap di sini. Maka bisa dibayangkan jika tidak ada bahasa yang mudah digunakan dan bisa menyatukan berbagai bangsa yang datang saat itu?

Penyebaran bahasa melayu semakin meluas karena bahasa ini dihidupi oleh para pelaut, pengembara, dan saudagar yang merantau ke mana-mana. Sebenarnya terdapat bahasa Jawa, yang juga berkembang kuat sebagaimana bahasa Melayu. Akan tetapi, bahasa Jawa disinyalir dapat memunculkan persaingan dan perpecahan. Sedangkan, bahasa Melayu mempunyai kekuatan untuk merangkul berbagai kepentingan.

Sejak kemunculan Belanda menjadi pemerintahan Hindia di Indonesia, bahasa Melayu ini dijadikan bahasa resmi kedua dalam korespondensi dengan orang lokal. Wakil Gubernur, Jendral Roshussen mengusulkan agar bahasa Melayu dijadikan bahasa pengantar di sekolah-sekolah rakyat. Karena merasa tersaingi, Van Der Chijs, seorang berkebangsaan Belanda mengusulkan agar sekolah memfasilitasi ajaran Bahasa Belanda. JH Abendanon yang tak lain adalah Direktur Departemen Pengajaran berhasil memasukkan bahasa Belanda sebagai mata pelajaran di sekolah-sekolah rakyat dan guru pada tahun 1900. Namun, dalam perjalanannya bahasa Belanda ini tidak mengalami perkembangan yang signifikan, sehingga berakhirlah persaingan antara kedua bahasa itu dengan dimenangkan oleh bahasa Melayu. Alasannya, karena bahasa Belanda itu sulit dan hanya dapat dikuasai oleh segelintir orang. Hal ini berbanding terbalik dengan bahasa Melayu yang mudah dan hampir dikuasai oleh semua orang.

Pada tahun 1926, bahasa Melayu mulai diwacanakan menjadi bahasa dan sastra Indonesia. Wacana ini digalangkan oleh para pemuda Indonesia sehingga dinamakan Kongres Pemuda I. Mereka sadar bahwa bangsa ini membutuhkan bahasa yang mempersatukan seluruh wilayah nusantara. Hingga pada akhirnya pada tanggal 28 Oktober 1928 dilanjutkan menjadi Kongres Pemuda II yang meresmikan bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan, diikrarkan melalui Sumpah Pemuda. Hal tersebut merupakan usulan dari Mohammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Sejak itu, perkembangan bahasa Indonesia begitu cepat. Sebenarnya bahasa Indonesia terbentuk dari beraneka ragam bahasa asing yakni Belanda, Arab, Sanskerta Jawa Kuno, Persia, Inggris, Cina, Portugis, Tamil, dan Hindi.

Hingga pada akhirnya, secara konstitusional pada tanggal 17 Agustus 1945 dikukuhkannya fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Penyempurnaan ejaan bahasa Indonesia telah dialami pada ejaan Van Ophuijen (1901), ejaan Republik atau ejaan Soewandi (19 Maret 1947), ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan (EYD) pada tahun 1972, hingga kini menjadi ejaan bahasa Indonesia (EBI) dari sejak tahun 2015.

[1] Tulisan ini dirangkum dari berbagai sumber internet dan buku cetak Bahasa Indonesia untuk perguruan tinggi.

Facebook Comments

Musyawarah Mahasiswa tahun 2018

Cirebon, 8 Januari 2017

Musyawarah merupakan salah satu bentuk diskusi untuk mendapatkan solusi dari sebuah masalah. Dalam hal ini, khususnya lingkungan akademika. Setiap mahasiswa dituntut harus aktif dalam berbagai kegiatan contohnya diskusi.

Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon melaksanakan program kerja tahunan yaitu Musyawarah Mahasiswa (MUMAS). Kegiatan ini berbentuk persidangan yang dihadiri oleh mahasiswa semester 1,3,5, dan 7.

Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB, kegiatan ini diawali dengan berbagai sambutan yang disampaikan oleh:

  1. Ketua HME 2017 (Warnadi)
  2. Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (Junaedi)
  3. Perwakilan Program Studi Teknik Elektro (Bapak Mohamad Soleh, S.T., M.T.)
  4. Wakil dekan I (Bapak Erfan Subiyanta, S.T.,M.Eng.), sekaligus membuka acara MUMAS HME UNTAG ’45 Cirebon Tahun 2018.

MUMAS merupakan salah satu program kerja tahunan yang berisikan tentang laporan pertanggungjawaban kepengurusan HME periode sebelumnya kepada Dewan Presidium dan seluruh anggota HME. Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi organisasi untuk menentukan arah kedepan, sehingga diharapkan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Setelah kepengurusan HME periode sebelumnya selesai melaporkan pertanggungjawabannya, acara berlanjut pada pembahasan Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga (PD/PRT), Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) dan Pemilihan Ketua Umum HME UNTAG ’45 Cirebon masa bakti 2018.WhatsApp Image 2018-01-08 at 3.27.18 PM

Pemilihan ketua umum Himpunan Mahasiswa Elektro pada tahun ini berlangsung dengan sangat cermat. Hal ini dibuktikan dengan adanya proses penetapan kandidat dari bakal calon hingga menjadi calon ketua umum dengan syarat verivikasi yang dibahas dengan teliti. Tujuannya adalah agar tidak salah memilih pemimpin untuk kepengurusan satu tahun ke depan.

Dari hasil verivikasi bakal calon kandidat menjadi calon kandidat, didapat 5 orang terpilih untuk  yang berasal dari semester 3. Mereka adalah Fadli Darussalam, Tri Aji Pangestu, Panut Farisuddin Aziz, Tri Firmansyah, dan Lukman Febriansyah. Masing-masing kandidat diberikan kesempatan untuk berkampanye.

Setelah itu, para peserta dipersilahkan untuk bertanya kepada masing-masing kandidat. Diantaranya tentang solusi dari masalah yang akan dihadapi oleh himpunan di masa yang akan datang.

Acara selanjutnya, peserta sidang memilih ketua himpunan masa bakti selanjutnya dengan cara tertutup.

WhatsApp Image 2018-01-09 at 12.22.34 PM

Akhirnya Tri Aji Pangestu terpilih menjadi ketua umum HME UNTAG ’45 Cirebon Masa Bakti 2018. Tri Aji mendapatkan perolehan suara terbanyak dengan jumlah suara 17 dari jumlah total suara 23.

Selanjutnya, Warnadi sebagai ketua umum HME UNTAG ’45 Cirebon masa bakti 2017 menyerahkan tongkat kepemimpinannya kepada Tri Aji Pangestu untuk diteruskan pada tahun 2018.

Facebook Comments

Jadwal Akademik 2018/2019

JADWAL AKADEMIK

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

2018-2019

 

No.

Kegiatan Semester Genap 

Tanggal

1. Pembayaran SPP (Semesteran) 15 Januari – 10 Februari 2018
2. Remedial 20 Januari – 10 Februari 2018
3. Perwalian dan pengisian KRS 22 Januari – 10 Februari 2018
4. Awal Kuliah 12 Februari 2018
5. Seminar KP (Deadline terakhir) 27 Januari 2018
 6. Pengumpulan buku Kp (Deadline Terakhir) 10 Februari 2018
7. Penetapan Pembimbing TA 5 Februari 2018
8. Seminar Proposal TA 17 Februari – 03 Maret 2018
9. Masa Bimbingan TA 5 Februari – 31 Juli 2018
10. Seminar Hasil TA 2 – 14 Juli 2018
11. UTS 2 – 6 April 2018
12. UAS 4  – 8 Juni 2018
13. Evaluasi Nilai Bagi Mahasiswa Tingkat Akhir 2 – 7 Juli 2018
14. Remedial Mahasiswa Tingkat Akhir 9 – 14 Juli 2018

No.

Kegiatan Semester Ganjil

Tanggal

1.

Pendaftaran Mahasiswa Kerja praktik

8 – 29 Juni 2018

2.

Masa Pelaksanaan Kerja Praktik

2 Juli – 1 September 2018

3.

Penerbitan jadwal kuliah semester awal 2018/2019

2 Juli – 31 Agustus 2018

4.

Pembayaran SPP, Perwalian KRS serta Pengisian KRS

2 Juli – 31 Agustus 2018

5.

Kuliah Perdana Semester Awal TA 2018/2019

4 September 2018

6.

UTS

22 – 26 Oktober 2018

7.

Seminar Kerja Praktik

1 – 31 Desember 2018

8.

UAS

31 Desember 2018 – 4 Januari 2019

Facebook Comments

MUSYAWARAH MAHASISWA HIMPUNAN MAHASISWA ELEKTRO

Cirebon, 13 April 2017 Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon melaksanakan agenda rutin tahunan yaitu Musyawarah Mahasiswa (MUMAS), kegiatan ini berupa suatu persidangan yang dihadiri oleh setiap perwakilan mahasiswa tingkat 2,4,6 dan 8. Acara dimulai pukul 08.30 WIB diawali dengan sambutan oleh ketua HME 2016 (Didi Antoni), kemudian dilanjut sambutan oleh ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (Aji Ekalaya) kemudian disusul sambutan oleh perwakilan Program Studi Teknik Elektro (Bapak Mohamad Soleh, S.T., M.T.) dan terakhir sambutan dari wakil dekan III (Bapak Wasiran, S.T., M.T.) sekaligus membuka acara MUMAS HME UNTAG ’45 Cirebon Tahun 2017.

Mus Elektro 2

MUMAS berisikan tentang laporan pertanggungjawaban kepengurusan HME periode sebelumnya kepada Dewan Presidium dan seluruh anggota HME.Setelah kepengurusan HME periode sebelumnya selesai melaporkan pertanggungjawabannya, acara berlanjut pada pembahasan Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga (PD/PRT), Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) dan Pemilihan Ketua Umum HME UNTAG ’45 Cirebon masa bakti 2017.

Mus Elektro 1

Warnadi, mahasiswa semester 4 sebagai ketua umum HME UNTAG ’45 Cirebon terpilih masa bakti 2017 menyisihkan calon lainnya dengan jumlah suara terbanyak. Kemudian Didi Antoni sebagai ketua umum HME UNTAG ’45 Cirebon masa bakti 2016 menyerahkan tongkat kepemimpinannya kepada Warnadi untuk diteruskan pada tahun 2017 ini.

Facebook Comments

KUNJUNGAN INDUSTRI PT. SINAR SOSRO

Kunjungan Industri Elektro UNTAG Sosro 1

Cirebon, Senin 17 April 2017 pukul 06.00 WIB rombongan Himpunan Mahasiswa Elektro dengan didampingi oleh Dosen pembimbing Teknik Elektro Bapak Mohamad Soleh,S.T.,M.T. dan Bapak Arif Sumardiono,S.Pd.,M.T. berangkat bersama-sama menuju PT Sinar Sosro yang beralamat di Jl. Raya Sultan Agung KM.28 Bekasi.

Kunjungan Industri Elektro UNTAG Sosro 2
Pukul 11.30 WIB rombongan tiba di perusahaan dan disambut oleh Tim Kunjungan Industri PT Sinar Sosro, setibanya di perusahaan rombongan Himpunan Mahasiswa Elektro beserta dosen pembimbing melakukan isoma, pada pukul 13.00 WIB kami diarahkan kedalam auditorium perusahaan dan dimulailah acara Kunjungan Industri yang diawali dengan Sesi Pembukaan dari pihak perusahaan disusul sambutan dari dosen Teknik Elektro yaitu Bapak Arif Sumardiono,S.Pd.,M.T, kemudian penayangan video Company Profile beserta penayangan video Proses Produksi, dan selanjutnya rombongan Himpunan Mahasiswa Elektro di dampingi dosen Teknik Elektro di berikan kesempatan untuk dapat melihat secara langsung kedalam area produksi PT Sinar Sosro dengan dipandu oleh Tim Kunjungan Industri PT Sinar Sosro.

Kunjungan Industri Elektro UNTAG Sosro 6
Setelah melihat proses produksi secara langsung kami kembali diarahkan kedalam ruang auditorium perusahaan dan dilakukanlah sesi interaksi antara Mahasiswa, dosen dan Tim Kunjungan Industri PT Sinar Sosro. Kemudian terakhir diakhiri dengan sesi Kesan dan Pesan lalu ditutup dengan sesi penutupan.

Kunjungan Industri Elektro UNTAG Sosro 4
Pukul 14.00 WIB rombongan kembali menuju kampus merah putih.

Facebook Comments

Seminar KP Semester 7 Gel. 1 – Desember 2016

Pada hari Selasa, 6 Desember kemarin telah diadakan Seminar Kerja Praktik Industri (KP). Dihadiri 6 mahasiswa semester 7 yang telah melaksanakan KP di berbagai instansi dan industri, seperti Pertamina Balongan, PLN, GI Sunyaragi, dll. Acara ini diketuai Pak H. Sugeng Suprijadi, S.T.,M.T. juga selaku koordinator KP dan TA. Turut menilai juga Pak Erfan Subiyanta, S.T.,M.Eng., Pak Arif Sumardiono, S.Pd.,M.T., dan Ibu Vidya I., S.Si.,M.T..

4bdfb6c5-c05f-4009-9202-914f4f2f045d

e62a5637-4b0b-4a66-9a8f-422939aefc62

e1724460-0f7f-4f80-b261-441f6a2da52a

fed3a268-c434-4340-ae8e-c5a1a067ae37

Facebook Comments

Teknik Elektro UNTAG Cirebon Hadiri Munas FORTEI

Indonesia telah memasuki era persaingan global. Dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), maka kompetisi global semakin terbuka. Hal ini membawa dampak, terutama bagi lulusan Perguruan Tinggi Indonesia. Setiap lulusan harus mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain di ASEAN.

0f5d0c83-00f8-4f62-acb8-b29264a70761

Para Panitia dan Founder FORTEI

Dalam menghadapai tantangan global tersebut maka Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) mengadakan temu nasional ke 10 yang akan diselenggarakan di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro pada tanggal 19 – 21 Oktober 2016. Dengan tema ”Peran Pendidikan Tinggi Teknik Elektro dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”. Selain kegiatan temu nasional, juga diselenggarakan kegiatan seminar nasional. Dengan penyelenggaraan Temu Nasional ini, diharapkan dapat mengembangkan Pendidikan  Tinggi Teknik Elektro Indonesia di masa yang akan datang dan mampu bersaing di era global.

5fff566c-3236-42a2-9068-2782553298c9

Suasana Munas

Tujuan penyelenggaraan kegiatan Temu Nasional Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI 2016) adalah mengidentifikasi dan merumuskan peran FORTEI dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) berdasarkan pemetaan potensi lokal Perguruan Tinggi Teknik Elektro di Indonesia.

d5977592-2f5e-44d5-957f-ee25e557642f

Sekjur Prodi Teknik Elektro UNTAG Cirebon, Moh. Soleh, S.T.,M.T. sebagai salah satu perwakilan prodi.

Atas undangan dari FORTEI, tahun 2016 ini adalah kali pertama Teknik Elektro UNTAG Cirebon mengikuti munas FORTEI, dan secara resmi juga bergabung dalam organisasi keprofesian tersebut. Harapannya dengan bergabung di FORTEI, jejaring TE semakin luas dan berdampak positif untuk kemajuan prodi dan dosen Teknik Elektro UNTAG Cirebon.

6e22c6d7-3532-477c-8875-9bb7a43efd4e

Sesi Pembicara

PEMBICARA

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi

Prof Ir. Yanuarsyah Harun

Tema : Kompetensi Dosen dan Alumni dalam Proses Pendidikan Tinggi Teknik Elektro di Era MEA.

Akademisi

Dr. Ir. Hermawan, DEA

Tema : Kompetensi Tenaga Kerja Lulusan Teknik Elektro di era MEA.

Inisiator FORTEI

Dr. Ir. Isnuwardianto, DEA

Tema : Revitalisasi Peran FORTEI di Era MEA.

Praktisi Industri / Stakeholder

Ir. Dani Indra Widjanarko, M.T.

Tema : Kebutuhan SDM dari dunia usaha Indonesia di Era MEA

Persatuan Insinyur Indonesia (PII)

Ir. Tjipto Kusumo, IPM

Tema : Peran PII dan Insinyur Profesional di Era MEA

Facebook Comments